Penulis
KOMPAS.com - Tirai tidak sekadar membingkai jendela, tapi tirai dapat menyatukan desain, membantu menghalangi cahaya, dan diam-diam mengumpulkan lebih banyak debu daripada yang kamu sadari.
Baik tirai linen tipis di ruang keluarga atau tirai tebal di kamar tidur, kain panjang tersebut menangkap serbuk sari, bulu hewan peliharaan, sisa masakan, dan debu sehari-hari.
Baca juga: Cara Membersihkan Tirai Tanpa Melepasnya, Jadi Bersih dan Bebas Debu
Seiring waktu, penumpukan tersebut dapat membuat tirai terlihat kusam dan terasa kurang segar.
Bahkan orang paling rajin membersihkan dan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga pun mungkin tidak terpikir untuk mencuci tirai.
Tirai bukan sesuatu yang sering kita pikirkan untuk dibersihkan secara teratur. Namun, mencuci tirai sesekali dapat mencerahkan ruangan, meningkatkan kualitas udara dalam ruangan, bahkan membantu kain bertahan lebih lama.
Jadi, seberapa sering sebenarnya harus mencuci tirai?
Sara Aparacio, pakar kebersihan di perusahaan jasa kebersihan rumah Home Aglow, mengatakan seberapa sering harus mencuci tirai tergantung pada kondisi lingkungan.
“Mereka yang memiliki hewan peliharaan, perokok, tinggal di jalan ramai, atau tinggal di iklim berdebu atau lembap dapat meningkatkan kebutuhan untuk membersihkan tirai," kata Aparacio.
Dalam kasus ini, kotoran dan debu dapat menumpuk serta mengubah warna atau merusak tirai.
Baca juga: Perlukah Memakai Tirai Antitembus Pandang di Kamar Tidur?
"Saya sarankan membersihkan tirai sesering mungkin, yaitu setiap tiga bulan sekali, sesuai dengan musim," imbunya.
Aparacio mengakui sebagian besar dari kita tidak akan dapat mengikuti jadwal tersebut dan mengatakan enam bulan juga tidak masalah dan tugas khusus itu dapat disimpan untuk perubahan musim besar dan pembersihan yang datang bersamaan dengan musim dingin dan musim panas.
Untuk sebagian besar orang, saya sarankan mencuci tirai setidaknya sekali setiap enam hingga 12 bulan, dan di antara waktu tersebut, vakum atau kibaskan untuk mencegah penumpukan yang berlebihan.
Meski demikian, bagi mereka yang tinggal di rumah yang sibuk atau di tempat yang kesulitan mengeringkan tirai yang sudah dicuci, tetap disarankan mencuci gorden secara teratur, bahkan membawanya ke binatu atau tempat pencucian kering, tergantung pada jenis tirai yang dimiliki serta seberapa mudah dan cepat kamu dapat mengeringkannya.
Aparacio juga menyarankan mempertimbangkan lokasi tirai untuk menentukan seberapa sering kain harus dibersihkan.
Baca juga: Perlukah Memakai Tirai Antitembus Pandang di Kamar Tidur?
Misalnya, tirai dapur sering menyerap lemak, uap, sisa makanan,bahkan bau, yang seiring waktu dapat menyebabkan perubahan warna dan akhirnya kerusakan.