Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Cuma Lantai, Ini 6 Area yang Wajib Dibersihkan Setiap Minggu

Kompas.com, 25 Maret 2026, 05:00 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Membersihkan rumah dengan penyedot debu sering kali hanya difokuskan pada lantai.

Padahal, ada banyak area lain yang kerap luput dari perhatian dan sama-sama berpotensi menjadi tempat menumpuknya debu

Jika tidak dibersihkan secara rutin, bagian-bagian tersembunyi ini dapat memengaruhi kebersihan rumah secara keseluruhan, bahkan memicu munculnya bau tidak sedap dan gangguan kesehatan. 

Baca juga: Rumah Bersih Tapi Masih Ada Kecoa? Ternyata Ini Penyebabnya

Karena itu, penting untuk mengetahui area mana saja yang sebaiknya ikut dibersihkan setiap minggu agar rumah terbebas dari debu, tetap bersih, dan nyaman.

Nah, dilansir dari laman Better Homes and Gardens, Selasa (24/3/2026) berikut sejumlah area yang perlu dibersihkan rutin setiap minggu menggunakan penyedot debu.

Area dengan lalu lintas padat

Tidak seperti area lain, dapur, ruang tamu, lorong masuk, dan kamar mandi merupakan area yang sering dilalui dan perlu dibersihkan lebih sering. Terutama, jika banyak orang berlalu lalang selama akhir pekan. 

Karena itu, area ini perlu dimasukkan dalam daftar tugas akhir pekan, meskipun sudah rutin dibersihkan. Pertimbangkan juga untuk menggunakan penyedot debu genggam agar pembersihannya lebih cepat.

Jangan lupa untuk membersihkan area plafon yang dapat menjadi sarang laba-laba dan gunakan alat tambahan untuk membersihkan kotoran di  area tersebut.

Di belakang dan di bawah furnitur

Selanjutnya, akhir pekan bisa dimanfaatkan untuk membersihkan bagian yang jarang dijangkau, seperti di belakang dan bawah furnitur.

Gunakan alat tambahan untuk pelapis dan celah pada penyedot debu untuk membersihkan furnitur seperti sofa dan kursi agar aman dan efektif .

Baca juga: 6 Aktivitas Bersih-bersih yang Tidak Boleh Dilakukan di Malam Hari

Bersihkan furnitur dengan penyedot debu sebelum meminta bantuan anggota keluarga lain untuk membantu memindahkan barang-barang yang lebih berat dengan aman agar lebih mudah membersihkan lantai di sekitarnya.

Tirai

Tak hanya jendela, tirai juga dapat dengan mudah menumpuk debu. Karena itu, gunakan gunakan penyedot debu dan alat tambahan berupa sikat nosel untuk memudahkan pembersihannya. 

Jenis tirai juga dapat mempengaruhi cara pembersihannya, misalnya tirai dengan bilah besar biasanya lebih mudah dibersihkan dibandingkan tirai kecil atau seluler.

Baca juga: 9 Cara Memperbaiki Kualitas Udara di Dalam Rumah, Jadi Lebih Bersih

Untuk itu, sesuaikan dengan jenis dan gaya tirai jendela di rumah. Untuk hasil maksimal, bersihkan juga secara manual pada bagian yang sulit dijangkau.

Tempat tidur hewan peliharaan

Tempat tidur hewan peliharaan bisa menjadi sumber kotoran yang sering terabaikan. Terutama jika bulu hewan mudah rontok, perlu lebih rutin dibersihkan atau setidaknya disedot debunya setiap minggu.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau