Penulis
KOMPAS.com - Proyek pembangunan Jeddah Tower kembali mencuri perhatian dunia. Menara jangkung yang berdiri di Kota Jeddah, Arab Saudi, ini digadang-gadang bakal menjadi bangunan pertama di dunia yang menembus ketinggian satu kilometer.
Sejak awal diumumkan, proyek ini memang dirancang sebagai simbol ambisi besar Arab Saudi dalam menghadirkan ikon arsitektur kelas dunia.
Jika rampung, Jeddah Tower akan melampaui rekor ketinggian Burj Khalifa yang saat ini mencapai 828 meter.
Dari sisi desain, Jeddah Tower merupakan karya firma arsitektur Adrian Smith + Gordon Gill Architecture. Perusahaan ini dipimpin oleh Adrian Smith dan Gordon Gill, dua nama besar di dunia arsitektur modern.
Firma tersebut dikenal lewat sejumlah proyek prestisius, termasuk Burj Khalifa, Pearl River Tower di China, hingga Central Park Tower di New York.
Setelah sempat tertunda, pembangunan Jeddah Tower kini kembali menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Maret 2026, struktur bangunan dilaporkan telah melampaui 95 lantai.
Baca juga: Jeddah Tower Sudah Capai Lantai 95, Bakal Lampaui Burj Khalifa
Menariknya, proses konstruksi berjalan cukup cepat. Tim proyek mampu menambah satu lantai baru setiap tiga hingga lima hari.
Dikutip dari Arsip KOMPAS.com, jika sesuai jadwal, proyek ini ditargetkan rampung pada 2028. Dengan tinggi yang direncanakan melampaui 1.000 meter, Jeddah Tower bakal menjadi struktur pertama di dunia yang mencapai angka tersebut.
Sebagai informasi saja, pemilik mega proyek ini adalah Jeddah Economic Company (JEC), perusahaan yang didirikan pada 2009. JEC merupakan konsorsium sejumlah perusahaan besar di sektor properti Arab Saudi.
Beberapa pemegang saham utama JEC antara lain Kingdom Holding Company sebagai pemilik mayoritas, serta Abrar Holding Company dan Qila’a Jeddah Company. Selain itu, Saudi Binladin Group juga terlibat sebagai kontraktor sekaligus pemegang saham.
Perjalanan pembangunan Jeddah Tower tidak sepenuhnya mulus. Proyek ini sempat terhenti beberapa kali, termasuk pada 2017 saat kebijakan anti-korupsi di Arab Saudi, serta pada awal pandemi global.
Sejak 2020, proyek bahkan sempat terbengkalai dengan progres sekitar 300 meter atau setara 68 lantai. Namun, pembangunan kembali dilanjutkan pada awal 2025.
Kini, konstruksi kembali berjalan dengan percepatan signifikan. Target penyelesaian satu lantai setiap tiga hingga lima hari menjadi indikator keseriusan pengembang dalam mengejar ketertinggalan.
Baca juga: Kapan Calon Gedung Tertinggi di Dunia Jeddah Tower Selesai Dibangun?
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang