Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jeddah Tower, Ambisi Arab Saudi Bangun Gedung 1 Km Pertama di Dunia

Kompas.com, 23 Maret 2026, 20:30 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Proyek pembangunan Jeddah Tower kembali mencuri perhatian dunia. Menara jangkung yang berdiri di Kota Jeddah, Arab Saudi, ini digadang-gadang bakal menjadi bangunan pertama di dunia yang menembus ketinggian satu kilometer.

Sejak awal diumumkan, proyek ini memang dirancang sebagai simbol ambisi besar Arab Saudi dalam menghadirkan ikon arsitektur kelas dunia.

Jika rampung, Jeddah Tower akan melampaui rekor ketinggian Burj Khalifa yang saat ini mencapai 828 meter.

Dari sisi desain, Jeddah Tower merupakan karya firma arsitektur Adrian Smith + Gordon Gill Architecture. Perusahaan ini dipimpin oleh Adrian Smith dan Gordon Gill, dua nama besar di dunia arsitektur modern.

Firma tersebut dikenal lewat sejumlah proyek prestisius, termasuk Burj Khalifa, Pearl River Tower di China, hingga Central Park Tower di New York.

Progres Sudah Lampaui 95 Lantai

Setelah sempat tertunda, pembangunan Jeddah Tower kini kembali menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Maret 2026, struktur bangunan dilaporkan telah melampaui 95 lantai.

Baca juga: Jeddah Tower Sudah Capai Lantai 95, Bakal Lampaui Burj Khalifa

Menariknya, proses konstruksi berjalan cukup cepat. Tim proyek mampu menambah satu lantai baru setiap tiga hingga lima hari.

Dikutip dari Arsip KOMPAS.com, jika sesuai jadwal, proyek ini ditargetkan rampung pada 2028. Dengan tinggi yang direncanakan melampaui 1.000 meter, Jeddah Tower bakal menjadi struktur pertama di dunia yang mencapai angka tersebut.

Sebagai informasi saja, pemilik mega proyek ini adalah Jeddah Economic Company (JEC), perusahaan yang didirikan pada 2009. JEC merupakan konsorsium sejumlah perusahaan besar di sektor properti Arab Saudi.

Beberapa pemegang saham utama JEC antara lain Kingdom Holding Company sebagai pemilik mayoritas, serta Abrar Holding Company dan Qila’a Jeddah Company. Selain itu, Saudi Binladin Group juga terlibat sebagai kontraktor sekaligus pemegang saham.

Perjalanan pembangunan Jeddah Tower tidak sepenuhnya mulus. Proyek ini sempat terhenti beberapa kali, termasuk pada 2017 saat kebijakan anti-korupsi di Arab Saudi, serta pada awal pandemi global.

Sejak 2020, proyek bahkan sempat terbengkalai dengan progres sekitar 300 meter atau setara 68 lantai. Namun, pembangunan kembali dilanjutkan pada awal 2025.

Kini, konstruksi kembali berjalan dengan percepatan signifikan. Target penyelesaian satu lantai setiap tiga hingga lima hari menjadi indikator keseriusan pengembang dalam mengejar ketertinggalan.

Baca juga: Kapan Calon Gedung Tertinggi di Dunia Jeddah Tower Selesai Dibangun?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau