Penulis
KOMPAS.com - Truk molen menjadi kendaraan penting dalam proyek konstruksi karena mampu mengangkut beton dalam kondisi siap pakai.
Namun, di balik perannya tersebut, ada komponen yang sering luput dari perhatian, yakni sirip spiral di dalam drum.
Padahal, komponen ini bukan sekadar pelengkap. Sirip yang terpasang di bagian dalam drum memiliki fungsi vital untuk menjaga kualitas beton sejak proses pengangkutan hingga pengecoran di lokasi proyek.
Dilansir dari General Chipping, perusahaan jasa konstruksi AS, sirip tersebut dirancang berbentuk spiral menyerupai ulir dan bekerja secara dinamis mengikuti arah putaran drum.
Fungsinya mencakup mengaduk, menjaga konsistensi, hingga membantu proses pengeluaran beton.
Baca juga: Ternyata Ini yang Bikin Beton Cair Tidak Tumpah dari Truk Molen
Salah satu fungsi utama sirip adalah untuk mengaduk dan mencegah beton mengeras. Selama perjalanan, drum berputar dalam arah "mencampur", sehingga sirip terus menggerakkan adukan.
Proses ini menjaga campuran tetap homogen atau merata, sehingga beton tidak mengeras sebelum sampai ke tujuan.
Selain itu, sirip juga berperan mencegah pemisahan material atau segregasi. Saat drum berputar, sirip mengangkat adukan beton dari bagian bawah lalu menjatuhkannya kembali.
Gerakan ini membuat material berat seperti pasir dan kerikil tidak mengendap di dasar drum, sehingga kualitas beton tetap terjaga.
Baca juga: Kenapa Truk Molen Selalu Berputar? Ini Penjelasan Teknisnya
Fungsi penting lainnya terlihat saat proses pengecoran. Ketika truk tiba di lokasi, arah putaran drum dibalik.
Dalam kondisi ini, sirip bekerja layaknya sekrup Archimedes yang mendorong beton keluar secara bertahap melalui saluran pembuangan. Mekanisme ini membuat proses pengeluaran beton lebih terkontrol dan efisien.
Tak hanya itu, sirip juga membantu menahan beton agar tidak tumpah. Saat truk berhenti atau berputar lambat, posisi sirip menjaga adukan tetap berada di bagian dalam bawah drum, sehingga risiko tumpahan bisa diminimalkan.
Tanpa adanya sirip yang dirancang khusus ini, beton berisiko mengeras di dalam drum. Jika hal itu terjadi, bukan hanya kualitas beton yang menurun, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian karena material menjadi tidak dapat digunakan.
Baca juga: Waskita Beton Cetak Rugi Rp 537 Miliar di Tahun 2025
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang