Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ternyata Ini Fungsi Sirip di Dalam Tabung Truk Molen

Kompas.com, 29 Maret 2026, 22:36 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Truk molen menjadi kendaraan penting dalam proyek konstruksi karena mampu mengangkut beton dalam kondisi siap pakai.

Namun, di balik perannya tersebut, ada komponen yang sering luput dari perhatian, yakni sirip spiral di dalam drum.

Padahal, komponen ini bukan sekadar pelengkap. Sirip yang terpasang di bagian dalam drum memiliki fungsi vital untuk menjaga kualitas beton sejak proses pengangkutan hingga pengecoran di lokasi proyek.

Dilansir dari General Chipping, perusahaan jasa konstruksi AS, sirip tersebut dirancang berbentuk spiral menyerupai ulir dan bekerja secara dinamis mengikuti arah putaran drum.

Fungsinya mencakup mengaduk, menjaga konsistensi, hingga membantu proses pengeluaran beton.

Baca juga: Ternyata Ini yang Bikin Beton Cair Tidak Tumpah dari Truk Molen

Salah satu fungsi utama sirip adalah untuk mengaduk dan mencegah beton mengeras. Selama perjalanan, drum berputar dalam arah "mencampur", sehingga sirip terus menggerakkan adukan.

Proses ini menjaga campuran tetap homogen atau merata, sehingga beton tidak mengeras sebelum sampai ke tujuan.

Selain itu, sirip juga berperan mencegah pemisahan material atau segregasi. Saat drum berputar, sirip mengangkat adukan beton dari bagian bawah lalu menjatuhkannya kembali.

Gerakan ini membuat material berat seperti pasir dan kerikil tidak mengendap di dasar drum, sehingga kualitas beton tetap terjaga.

Baca juga: Kenapa Truk Molen Selalu Berputar? Ini Penjelasan Teknisnya

Fungsi penting lainnya terlihat saat proses pengecoran. Ketika truk tiba di lokasi, arah putaran drum dibalik.

Dalam kondisi ini, sirip bekerja layaknya sekrup Archimedes yang mendorong beton keluar secara bertahap melalui saluran pembuangan. Mekanisme ini membuat proses pengeluaran beton lebih terkontrol dan efisien.

Tak hanya itu, sirip juga membantu menahan beton agar tidak tumpah. Saat truk berhenti atau berputar lambat, posisi sirip menjaga adukan tetap berada di bagian dalam bawah drum, sehingga risiko tumpahan bisa diminimalkan.

Tanpa adanya sirip yang dirancang khusus ini, beton berisiko mengeras di dalam drum. Jika hal itu terjadi, bukan hanya kualitas beton yang menurun, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian karena material menjadi tidak dapat digunakan.

Baca juga: Waskita Beton Cetak Rugi Rp 537 Miliar di Tahun 2025

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau