Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Australia Hadapi Kenaikan Harga BBM: Transportasi Umum Gratis, Diskon Pajak Bahan Bakar

Kompas.com, 1 April 2026, 07:00 WIB
Alinda Hardiantoro,
Irawan Sapto Adhi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Dua negara bagian di Australia, Victoria dan Tasmania menggratiskan layanan transportasi umum untuk mengatasi kenaikan harga bahan bakar (BBM) akibat konflik di Timur Tengah.

Perdana Menteri Victoria, Jacinta Allan mengatakan, layanan transportasi umum secara gratis selama sebulan mulai hari ini Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, langkah tersebut akan membuat transportasi umum menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat di tengah lonjakan harga BBM.

"Ini adalah langkah sementara untuk membantu meringankan biaya hidup. Ini akan mengurangi tekanan pada perekonomian dan membantu Anda menabung," kata dia, dikutip dari Sky News.

Allan menyadari bahwa kebijakan ini tidak akan menyelesaikan masalah kenaikan harga minyak dunia saat ini. Tetapi, dia bilang bahwa Langkah ini merupakan upaya langsung yang bisa dilakukan untuk membantu warga Victoria saat ini sembari mencari solusi.

Baca juga: Soal Kabar Harga BBM Naik, Pertamina: Nanti Tanggal 1 April Penyesuaiannya

Tasmania gratiskan layanan transportasi umum

Sementara itu, warga Tasmania akan menerima manfaat layanan transportasi umum gratis lebih lama, yakni sampai dengan 30 Juni 2026. Layanan tersebut meliputi bus hingga kapal feri.

Meski demikian, baik pemerintah Victoria maupun Tasmania belum mengindikasikan bahwa Langkah tersebut bersifat tetap.

Perdana Menteri Tasmania Jeremy Rockliff mengatakan bahwa warga negara bagian tersebut kini semakin banyak yang memilih untuk menggunakan transportasi umum daripada mengemudi kendaraan pribadi.

Data menunjukkan, penggunaan transportasi umum naik sebesar 20 persen dalam seminggu terakhir.

"Kami tahu kenaikan biaya bahan bakar berdampak pada anggaran keluarga, dan itulah mengapa kami kembali mengambil tindakan tegas dan menentukan untuk melindungi warga Tasmania," katanya, masih dari sumber yang sama.

"Kami meningkatkan dukungan kepada warga Tasmania saat mereka sangat membutuhkannya, dengan memberikan salah satu langkah penanggulangan biaya hidup paling signifikan di negara bagian ini," imbuhnya.

Di seluruh Australia, beberapa stasiun pengisian bahan bakar kehabisan stok akibat pembelian panik dan kekurangan pasokan, terutama di daerah terpencil.

Negara ini juga telah melepaskan bensin dan solar dari cadangan domestik untuk meringankan kekurangan yang memengaruhi rantai pasokan pedesaan, pertambangan, dan pertanian.

Baca juga: Berapa Harga BBM di Indonesia Saat Ini? Berikut Daftar Rinciannya

Bantuan biaya hidup

Berbeda dengan Victoria dan Tasmania, New South Wales, Western Australia, Queensland, dan South Australia menilai untuk menggratiskan layanan transportasi umum.

Pemerintah di sana mengatakan bahwa mereka sedang fokus untuk memberikan bantuan biaya hidup warganya di tengah ketegangan konflik Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Halaman:


Terkini Lainnya
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Tren
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Tren
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Tren
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Tren
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Tren
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Tren
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
Tren
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku, Ini Untung-Rugi dari Sudut Psikologi Kerja
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku, Ini Untung-Rugi dari Sudut Psikologi Kerja
Tren
Daftar Sektor Pekerjaan yang Tak Ikut Kebijakan WFH Pemerintah, Apa Saja?
Daftar Sektor Pekerjaan yang Tak Ikut Kebijakan WFH Pemerintah, Apa Saja?
Tren
Ilmuwan Berhasil Ubah Limbah Plastik Jadi Obat Parkinson, Bagaimana Caranya?
Ilmuwan Berhasil Ubah Limbah Plastik Jadi Obat Parkinson, Bagaimana Caranya?
Tren
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026: Antam Melejit, Galeri24 dan UBS Naik Rp 11.000
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026: Antam Melejit, Galeri24 dan UBS Naik Rp 11.000
Tren
Di Balik Gugurnya 3 TNI, UNIFIL Ungkap Kondisi Mencekam di Zona Misi
Di Balik Gugurnya 3 TNI, UNIFIL Ungkap Kondisi Mencekam di Zona Misi
Tren
Cara Mencairkan Saldo JHT 100 Persen Tanpa Paklaring, Ini Syarat dan Langkahnya
Cara Mencairkan Saldo JHT 100 Persen Tanpa Paklaring, Ini Syarat dan Langkahnya
Tren
Harga Elpiji dan Tarif Listrik Per 1 April 2026, Ini Rinciannya
Harga Elpiji dan Tarif Listrik Per 1 April 2026, Ini Rinciannya
Tren
Trump Umumkan Perang Lawan Iran Bisa Diakhiri 2–3 Pekan Lagi Tanpa Perlu Kesepakatan
Trump Umumkan Perang Lawan Iran Bisa Diakhiri 2–3 Pekan Lagi Tanpa Perlu Kesepakatan
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau