Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Antibau, Ini Tips Membuat Kompos Organik dari Sampah Rumah Tangga

Kompas.com, 24 November 2021, 22:50 WIB
Abdul Haris Maulana,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kompos merupakan salah satu jenis pupuk organik yang sudah mengalami proses pelapukan.

Hal ini karena terjadi interaksi antara mikroorganisme atau bakteri pembusuk yang bekerja di dalam bahan organik tersebut. 

Baca juga: Bahan Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Dijadikan Kompos

Kompos bisa dibuat sendiri di rumah dan cara membuatnya juga mudah. Salah satu bahan yang bisa dijadikan pupuk kompos adalah sampah rumah tangga. 

Bila tertarik membuatnya, berikut cara membuat kompos organik dari sampah rumah tangga dikutip dari kanal YouTube Septarini's Journey, Rabu (24/11/2021). 

Baca juga: Cara Membuat Pupuk Kompos dari Rumput Liar untuk Menyuburkan Tanaman

Siapkan ember bekas atau pot besar

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyiapkan wadah berupa ember bekas atau pot besar untuk menampung kompos.

Namun, kamu perlu membuat sedikit lubang kecil pada ember atau pot untuk resapan air. Selanjutnya, tinggal memasukkan beragam bahan ke ember atau pot untuk dijadikan sebagai kompos.

Sebelum ke langkah selanjutnya, gunakan sebuah pot untuk dijadikan sebagai takaran ukur bahan-bahan yang digunakan dalam membuat kompos. 

Baca juga: Cara Membuat Kompos dari Daun Kering untuk Menyuburkan Tanaman

Masukkan daun kering ke dalam wadah

Setelah itu, masukkan daun kering ke  ember atau pot besar, lalu ratakan dan padatkan. Kemudian memasukkan tanah kering yang gembur ke ember, lalu ratakan dan padatkan kembali.

Masukan sampah organik

Selanjutnya, memasukkan sampah organik yang terdiri atas sisa-sisa sayuran, buah, dan bumbu masak seperti bawang, cabai, dan kulit pisang.  

Baca juga: 7 Manfaat Ampas Kopi untuk Aglonema, Jadi Kompos hingga Usir Hama

Masukkan cangkang telur secukupnya

Setelah itu, masukkan cangkang telur secukupnya, tidak harus sesuai takaran pot. Jangan lupa menghancurkan cangkang telur untuk melengkapi unsur hara dan mempercepat pelapukan, lalu masukkan tanah lagi ke pot dengan takaran yang sama seperti sebelumnya.

Masukkan daun kering kembali

Pada tahap ini, ulangi atau tambahkan kembali daun kering ke dalam ember, lalu ratakan dan padatkan. Kemudian memasukkan juga kembali daun kering ke ember dan padatkan. 

Baca juga: 11 Benda yang Tidak Boleh Dibuat Kompos, Minyak Jelantah hingga Susu

Siram dengan air

Setelah selesai melakukan langkah-langkah di atas, siram semua bahan yang ada di dalam ember dengan air secukupnya sampai basah semuanya. Biarkan air meresap hingga ke bagian bawah ember.

Selain menggunakan air biasa, kamu juga bisa menggunakan air bekas cucian beras saat menyiramkan bahan-bahan pembuatan kompos. 

Baca juga: Mengapa Kompos Berbau Busuk? Ini Penyebab dan Solusinya

Diamkan selama sebulan

Langkah terakhir adalah mendiamkan semua bahan yang ada di dalam ember selama sebulan atau 30 hari.

Setelah sebulan, bahan-bahan tersebut sudah menjadi kompos yang tidak berbau dan sudah siap untuk digunakan sebagai media tanam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau