Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menghilangkan Bau Apak dari Lemari Dapur Tanpa Ribet

Kompas.com, 15 Agustus 2025, 07:35 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Lemari dapur menjadi ruang penyimpanan untuk berbagai barang, dari produk makanan mentah, peralatan makan dan minum, hingga peralatan masak. 

Selain rentan mengalami kekacauan atau berantakan, ruang di lemari dapur juga kerap berbau apak atau tidak sedap. 

Baca juga: 5 Hal yang Harus Dihindari untuk Membersihkan Lemari Dapur Kayu

Bau apak ini muncul setiap kali membuka lemari dapur untuk mengambil barang yang dibutuhkan. Ada beberapa penyebab lemari dapur bau apak, tapi paling utama adalah kelembapan.

"Karena kayu bersifat organik dan memiliki 'urat' (serat-serat kecil kayu), kayu bereaksi terhadap kelembapan yang mengembang dan menyusut akibat suhu serta kelembapan," jelas Erin Laine, pemilik Resurrect Wood Refinishing di Edgewood, Florida, Amerika Serikat. 

Menurut Laine, bau "apak" pada lemari dapur dapat muncul dari kelembapan yang terperangkap di serat kayu dan tidak mengering sehingga menyebabkan pertumbuhan bakteri, lumut, atau jamur.

Lemari dapur yang berbau apak ini tentu membuat tidak nyaman dan sangat mengganggu setiap kali membukanya. Jadi, perlu segera mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini. 

Dirangkum dari Southern Living, Jumat (15/8/2025), berikut sejumlah cara menghilangkan bau apak dari lemari dapur. 

Baca juga: 3 Cara Membersihkan Noda Minyak di Lemari Dapur

Cara menghilangkan bau apak dari lemari dapur 

Ilustrasi membersihkan lemari dapur kayu.Shutterstock/Africa Studio Ilustrasi membersihkan lemari dapur kayu.
Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Langkah pertama adalah mencari kelembapan di dalam lemari dapur.

"Ini bisa berupa tumpahan, kebocoran saluran air dari kulkas atau wastafel, atau sumber kelembapan lainnya. Sembilan dari 10, ada kelembapan yang berasal dari suatu tempat," kata Laine.

Setelah menghilangkan kebocoran atau sumber air, langkah selanjutnya adalah memastikan tidak ada jamur yang aktif.

"Saya sarankan menggunakan senter dan mencari spora atau menyewa ahli untuk memeriksanya," kata Laine.

Jika tidak ada jamur aktif, pertama-tama disarankan memasukkan udara kering ke ruang lemari. Gunakan beberapa kipas angin kotak dari toko perangkat keras atau yang serupa untuk mengalirkan udara selama yang dibutuhkan untuk mengeringkan area tersebut. 

Proses ini bisa memakan waktu beberapa hari dan kamu harus memastikan membiarkan lemari dapur terbuka. 

"Kemudian saya sarankan membeli produk bahan kimia khusus yang dirancang untuk memerangkap kelembapan dan menyerap kelembapan dari udara," saran Laine.

Produk ini bisa digunakan selama berhari-hari hingga berminggu-minggu.  

Baca juga: 7 Cara Merapikan Lemari Dapur agar Tetap Rapi

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau