Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Warna Lemari Dapur yang Sedang Populer Saat Ini

Kompas.com, 22 Oktober 2025, 08:20 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Saat ini, banyak pemilik rumah yang mulai berani bereksperimen dengan warna-warna lemari dapur yang lebih hidup dan menonjolkan karakter. 

Menurut desainer interior Kathryn Lott dari Kathryn Lott Design, dapur tidak lagi harus serba putih atau berwarna netral. Semakin banyak warna, dapur akan terasa lebih menyenangkan dan personal.

Warna lemari dapur yang sedang populer 

Ilustrasi lemari dapur dengan warna biru dongker.Unsplash/lotusdnp Ilustrasi lemari dapur dengan warna biru dongker.

Jika kamu berencana melakukan renovasi atau sekadar memperbarui tampilan dapur, dilansir dari Better Homes and Gardens, berikut empat warna lemari dapur yang sedang digemari oleh para desainer tahun ini.

Baca juga: 10 Warna Lemari Dapur yang Tidak Akan Ketinggalan Zaman

Taupe dan warna kayu yang hangat

Meski lemari dapur putih tetap menjadi pilihan aman, warna taupe kini muncul sebagai alternatif warna netral yang lebih modern dan berkarakter. 

Warna ini menghadirkan nuansa hangat yang terinspirasi dari alam, sehingga menciptakan kesan nyaman dan mengundang. 

Warna taupe juga biasanya dipadukan dengan elemen kayu alami untuk memperkaya tekstur dan kedalaman ruangan.

Lott juga menambahkan bahwa tren interior saat ini banyak mengadopsi keindahan unsur alami. Menggunakan kayu mentah atau hasil akhir wood stain bisa menjadi titik fokus yang memikat di dapur.

Baca juga: 5 Trik Membuat Lemari Dapur Jadul Terlihat Mewah

Hitam elegan

Hitam tetap menjadi salah satu warna paling diminati dalam desain interior modern. Lemari dapur berwarna hitam diprediksi akan semakin populer, terutama di kalangan generasi muda yang baru membeli atau merenovasi rumah.

Bagi yang ragu menggunakan warna hitam pekat, Lott menyarankan pilihan warna yang lebih lembut, yang menghadirkan kesan hitam dengan sentuhan abu-abu kebiruan yang lebih halus, sehingga cocok untuk menciptakan tampilan elegan tanpa terasa terlalu gelap.

Dua warna

Tren lemari dapur dua warna semakin populer karena menciptakan kontras menarik. Kombinasi paling favorit adalah lemari putih di bagian tepi dengan warna hitam di bagian tengah.

Namun, Lott memperingatkan agar tidak mencampur warna antara kabinet atas dan bawah yang terlalu berbeda. 

Baca juga: 5 Warna Lemari Dapur yang Cocok untuk Dapur Minimalis

Perpaduan seperti ini justru dapat membuat dapur terlihat tidak seimbang dan berantakan. Kuncinya adalah memilih kombinasi warna yang masih senada agar tetap harmonis.

Biru gelap yang mewah 

Biru tetap menjadi warna favorit banyak desainer interior untuk dapur, terutama biru tua dengan karakter kuat. 

Lott merekomendasikan warna biru navy pekat yang memberikan kesan berani dan berkelas. Warna gelap seperti ini cocok digunakan sebagai warna latar untuk menonjolkan detail lain seperti gagang logam, lampu gantung, atau backsplash bermotif.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau