Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Kesalahan Menyetrika Pakaian yang Bikin Cepat Kusut dan Rusak

Kompas.com, 2 Maret 2026, 18:35 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menyetrika pakaian bertujuan membuat kain tampak halus alias bebas kusut.  

Sayangnya, tanpa disadari, banyak orang masih melakukan kesalahan saat menyetrika yang justru membuat pakaian cepat kusut atau lecek. 

Baca juga: 7 Mitos Mencuci Pakaian yang Bikin Kain Cepat Rusak, Jangan Dipercaya

Tentu saja, pakaian yang kusut ini dapat mengurangi penampilan saat dikenakan. 

Untuk menghindari hal tersebut, dikutip dari Better Homes and Gardens, Senin (2/3/2026), berikut enam kesalahan menyetrika pakaian yang bikin cepat kusut dan rusak. 

Menyetrika pakaian kotor atau bernoda

Ilustrasi menyetrika pakaian.SHUTTERSTOCK/ESB PROFESSIONAL Ilustrasi menyetrika pakaian.
Salah satu kesalahan terbesar saat menyetrika pakaian adalah menggunakan setrika panas pada pakaian yang terkena noda atau kotor. 

Cara ini mungkin tampak efektif menghilangkan kerutan, tetapi justru sebenarnya membuat noda tersebut tetap menempel selamanya.

“Mencuci atau mengeringkan pakaian bernoda saja sudah bisa membuat noda semakin menempel dan sulit dihilangkan, hal yang sama juga berlaku untuk menyetrika,” kata Kim Romine, imuwan perawatan kain di Procter & Gamble dan ahli Dreft di Ohio, Amerika Serikat.

Selain itu, panas dari setrika dapat membuat noda semakin menempel pada kain. Untuk menghindari situasi ini, selalu periksa pakaian, bersihkan noda yang terlihat dan cuci bersih sebelum disetrika. 

Baca juga: Perbedaan Setrika dan Steamer, Mana Terbaik untuk Menyetrika Pakaian?

Menggunakan setrika kotor

Selanjutnya, kesalahan menyetrika pakaian yang bikin cepat kusut adalah menggunakan setrika yang kotor. 

Seiring waktu, residu, penumpukan pati, dan karat dapat menumpuk di pelat setrika sehingga membuatnya kotor, yang mengakibatkan alat tidak efektif menghilangkan kusut.

“Tidak membersihkan pelat setrika dapat mengakibatkan bercak coklat, gosong, atau residu berpindah ke pakaian,” ujar Romine.

Lebih lanjut, Romine menyarankan menghindari masalah ini dengan membersihkan pelat setrika secara teratur menggunakan campuran baking soda dan cuka. 

Caranya, cabut steker setrika dari stopkontak, lalu tunggu hingga benar-benar dingin. Kemudian, gosok pelat setrika dengan lembut menggunakan pasta cuka-baking soda dan kain lembut. 

Sebagai alternatif, khususnya jika nodanya ringan, gunakan air hangat yang dicampur dengan beberapa tetes detergen pencuci piring ringan.

Kamu dapat mengaplikasikannya menggunakan sikat gigi lembut dan bersih, kapas, atau pembersih pipa dapat membantu menghilangkan kotoran dari dalam ventilasi.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau