Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Kunci Indonesia Jadi Pemimpin Kreatif Global, Manfaatkan Teknologi dengan Menjaga Nilai Budaya

Kompas.com, 3 September 2025, 11:00 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Industri kreatif global sedang mengalami revolusi besar karena dipicu oleh pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), realitas virtual (VR), dan personalisasi data. 

Arus perubahan itu turut sampai ke Indonesia. Bahkan, sektor teknologi kreatif Tanah Air bisa menjadi salah satu pilar utama ekonomi digital dengan kontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Namun, industri tersebut berada di persimpangan jalan antara inovasi dan tradisi. Padahal hal ini bisa menjadi tantangan dan peluang untuk mewujudkan Indonesia sebagai pemimpin global. 

Kunci menghadapi tantangan itu terletak pada kemampuan bangsa Indonesia memanfaatkan kemajuan teknologi secara bijak sambil tetap menjaga nilai-nilai budaya dan etika. 

Untuk mewujudkan potensi penuh tersebut, kolaborasi lintas sektor dan investasi serius dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi langkah utama yang harus diprioritaskan.

Baca juga: Kampus Berdampak Dorong Sinergi Perguruan Tinggi dan Pemda Bangun SDM Unggul

Potensi industri teknologi kreatif di Indonesia

Ilustrasi pekerjaan dalam industri kreatif yang memanfaatkan teknologi digital. DOK. Humas MNP Ilustrasi pekerjaan dalam industri kreatif yang memanfaatkan teknologi digital.

Secara global, industri kreatif kini mengalami transformasi besar berkat AI. Misalnya, dengan teknologi generative AI memungkinkan siapa pun bisa menciptakan gambar, video, dan musik secara efisien, sekaligus membuka babak baru dalam produksi konten. 

Menurut laporan UNCTAD tahun 2024, transformasi teknologi mengalami pertumbuhan signifikan, terutama dalam bidang desain, musik, dan konten digital yang sangat dipersonalisasi.

Adapun personalisasi merupakan kunci untuk memikat konsumen. Lewat analisis data mendalam, perusahaan dapat menyajikan konten yang benar-benar sesuai dengan preferensi individu, termasuk meningkatkan keterlibatan dan loyalitas pelanggan. 

Meski demikian, pendekatan itu menuntut keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan data pribadi pengguna.

Menghadapi gelombang perubahan tersebut, Indonesia dipastikan memiliki potensi luar biasa. 

Didukung oleh populasi muda yang melek digital dan kekayaan budaya beragam, sektor teknologi kreatif dapat menjadi pilar penting bagi ekonomi nasional. 

Baca juga: Lulusan MNP Tak Takut AI, Country Director Google Ungkap Rahasia Jadikan Teknologi sebagai Rekan Kerja

Bahkan, pemerintah menargetkan nilai tambah sektor teknologi kreatif mencapai Rp 1.347 triliun pada 2024, dengan subsektor unggulan, seperti animasi, desain, dan gim digital.

Laporan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI tahun 2022 menunjukkan, Indonesia menempati peringkat ke-3 dalam kontribusi ekspor produk kreatif di antara negara berkembang. 

Angka tersebut membuktikan bahwa industri kreatif Indonesia tidak hanya strategis secara ekonomi, tetapi juga memiliki daya saing yang menjanjikan di panggung global.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau