Editor
Penulis: Nikita Oshuev/DW Indonesia
MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia berencana membuka jalan bagi legalisasi mobil hasil curian dari Uni Eropa (UE) yang dibawa masuk ke negaranya. Warga nantinya bisa mendaftarkan kendaraan tersebut secara resmi.
Para anggota parlemen di sana telah membahas perubahan undang-undang terkait hal ini, yang diusulkan oleh Kementerian Dalam Negeri Rusia sejak awal Februari 2026.
Rencana ini memicu kekhawatiran di Jerman karena berpotensi bisa mendorong peningkatan pencurian mobil lintas negara.
Baca juga: Atasi Krisis Energi, Kilang Minyak Filipina Borong 2,5 Juta Barrel Minyak Rusia
Harian Kommersant yang berbasis di Moskwa melaporkan bahwa Kementerian Dalam Negeri Rusia menyiapkan rancangan undang-undang atas arahan Presiden Vladimir Putin.
Pemerintah Rusia menyebut aturan ini ditujukan untuk melindungi pemilik kendaraan yang masuk daftar pencarian karena laporan dari negara-negara yang dianggap tidak bersahabat.
Selain 27 negara anggota Uni Eropa, Rusia juga memasukkan Swiss, Norwegia, Amerika Serikat (AS), Kanada, Jepang, Korea Selatan, dan Australia ke dalam kategori tersebut.
Rancangan undang-undang ini juga akan melegalkan kendaraan yang dinyatakan hilang oleh Ukraina. Kemungkinan besar, ini merujuk pada mobil-mobil yang diambil dari wilayah Ukraina yang saat ini berada di bawah pendudukan Rusia.
Baca juga: Biaya Naik, Putin Minta Crazy Rich Rusia Sumbang Dana Perang Lawan Ukraina
Saat ini, pendaftaran kendaraan yang masuk dalam daftar pencarian internasional dilarang di Rusia.
Namun, menurut laporan Kommersant, Kementerian Dalam Negeri menyebut bahwa otoritas Rusia kerap kesulitan mengetahui alasan sebuah kendaraan masuk dalam daftar buronan internasional tersebut.
Sejak dimulainya perang Rusia melawan Ukraina, negara-negara yang dikategorikan tidak bersahabat disebut tidak lagi merespons permintaan informasi dari Rusia terkait kendaraan-kendaraan itu.
Jerman disebut secara khusus sebagai contoh. Kementerian Dalam Negeri di Moskwa mengeklaim bahwa Berlin mengabaikan permintaan dari Rusia karena alasan politik.
Menurut kementerian tersebut, pada Januari 2026 terdapat total 123 kendaraan yang dilaporkan Berlin sebagai buronan internasional dan ditemukan di Rusia.
Namun, menurut pihak Rusia, tidak ada penjelasan dari Jerman mengenai alasan kendaraan-kendaraan tersebut masuk daftar pencarian.
Baca juga: Eropa Sebut Rusia Sangat Diuntungkan Jika Perang Iran Terus Memanas
Kantor Polisi Kriminal Federal Jerman (BKA), yang bertanggung jawab menyelidiki pencurian kendaraan, mengonfirmasi kepada DW bahwa saat ini tidak ada pertukaran informasi dengan Rusia dalam kasus seperti ini.