Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Area Kotor yang Pertama Kali Diperhatikan Pembersih Profesional di Dapur

Kompas.com, 7 Maret 2025, 20:00 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Ideal Home

JAKARTA, KOMPAS.com - Menyelesaikan semua pekerjaan rumah tentu sangat melelahkan dan bagian tersulit adalah mencari tahu di mana harus memulainya. 

Bahkan kita sering kali mengabaikan kotoran di area yang paling membutuhkan perhatian. Namun, ada satu tempat yang jelas menjadi biang keladinya, yakni dapur

Baca juga: Penyebab Kucing Suka Melompat ke Meja Dapur  

Menjadi jantung sebuah rumah, membuat dapur sering kali paling kotor dan berantakan dibanding ruangan lain di rumah.

Ada sisa lengket di kompor, sidik jari di kulkas, dan remah-remah bertebaran di setiap sudut ruangan. 

Sayangnya, banyak orang tidak mengetahui dengan tepat di mana kotoran bersembunyi di dapur. Namun, para pembersih profesional dapat dengan cepat dan tepat menemukan kotoran di dapur. 

Nah, dikutip dari Homes and Gardens, Jumat (7/3/2025), berikut beberapa area kotor yang pertama kali diperhatikan pembersih profesional di dapur

Baca juga: 5 Tren Peralatan Dapur yang Akan Berakhir pada 2025 

Area yang sering digunakan 

Ilustrasi dapur.Unsplash/runejohs Ilustrasi dapur.

Polya Petrova, profesional pembersih di Fantastic Services, mengatakan jendela, pintu, dan area yang sering disentuh, seperti gagang pintu dan sakelar, sering kali menempel kotoran dan debu.

Kamu mungkin tidak memperhatikan lapisan tipis minyak yang menumpuk di kusen jendela dan sakelar lampu, tetapi pembersih memperhatikannya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, campurkan cairan pencuci piring dengan air hangat untuk membuat larutan sabun yang lembut.

Jika minyak sangat membandel, gunakan semprotan cuka untuk menghilangkannya. Buat sendiri larutan dengan mencampur cuka dan air dengan perbandingan sama dalam botol semprot. 

Baca juga: 7 Tren Warna Dapur 2025, Warna Hangat dan Material Alami Jadi Favorit 

Pintu kabinet

Selanjutnya, area kotor yang pertama kali diperhatikan pembersih profesional di dapur adalah pintu kabinet.  

Kamu mungkin tidak menyadari seberapa sering membuka dan menutup pintu lemari kabinet dan seberapa besar daya tarik pintu tersebut terhadap kotoran, tetapi pembersih melakukannya. 

Saat memasuki dapur pelanggan, salah satu hal pertama yang diperhatikan pembersih profesional adalah sidik jari dan noda di pintu kebinet. Noda minyak ini semakin terlihat saat ada cahaya bersinar masuk melalui jendela. 

Menurut Millie, untuk mengatasi hal ini, gunakan pembersih serbaguna ramah lingkungan pada kain mikrofiber guna menghilangkan noda dan membuat pintu lemari bebas kotoran. 

Baca juga: 4 Tren Warna Dapur yang Bakal Populer pada 2025 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau