Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Gunakan Pemutih untuk Bunuh Kecoak di Saluran Wastafel, Ini Bahayanya!

Kompas.com, 22 September 2025, 21:00 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Kecoak tertarik pada lingkungan yang hangat dan lembap. Tak heran, kecoak sering kali muncul di saluran pembuangan kamar mandi dan dapur untuk mencari air serta makanan.

Masalahnya, hama serangga ini berkembang biak dengan cepat—mengakibatkan infestasi. Tindakan utama yang dilakukan orang untuk membasmi kecoak dari rumah adalah menyemprotkan larutan pemutih ke saluran pembuangan wastafel dan kamar mandi

Baca juga: Cara Membasmi Kecoak dengan Tanah Diatom, Seberapa Efektif?

Namun, para ahli memperingatkan cairan ini tidak boleh digunakan untuk membunuh kecoak.

Meski cukup kuat membunuh kecoak saat bersentuhan, jangan coba-coba menuangkan bahan kimia kuat ini ke saluran pembuangan wastafel.

“Menuangkan pemutih ke saluran pembuangan kemungkinan besar tidak efektif membunuh kecoak,” ujar Daniel Baldwin, ahli entomologi di Hawx Pest Control, disadur dari Tom's Guide, Senin (22/9/2025). 

Pemutih dapat membunuh kecoak yang disentuhnya secara langsung, tetapi kemungkinan besar tidak akan membasmi seluruh infestasi.

Hal ini karena kecoak sering hidup jauh di dalam pipa, di saluran pembuangan, celah, dan retakan, sehingga sulit dijangkau.

Bau pemutih juga dapat membantu mengusir kecoak dari saluran pembuangan, tetapi ini tidak akan menghilangkan infestasi sepenuhnya. 

Baca juga: 4 Cara Paling Ampuh untuk Membasmi Kecoak di Rumah

Kamu mungkin mendapati kecoak menemukan tempat tinggal lain di sekitar rumah.

Alasan lain tidak menuangkan pemutih ke saluran pembuangan adalah karena dapat merusak sistem perpipaan sehingga kamu harus mengeluarkan biaya perbaikan pipa yang mahal.

“Di lingkungan perpipaan yang terbatas, klorin akan merusak gasket karet, mengikis lapisan krom, dan membuat sambungan PVC menjadi tua,” tambah Tony King, pakar [engendalian hama dan pendiri The Pied Piper Pest Control Co. Ltd.

Tony mengatakan sering menemukan perangkap-P yang melunak atau berlubang akibat "perawatan" pemutih yang berulang.

Lebih buruk lagi, jika pemutih terkena pembersih saluran air yang bersifat asam atau terkena endapan urin di pipa, ini akan melepaskan gas klorin, yang dapat berbahaya bagi pernapasan.

Jadi, jika tidak ingin mengganggu kesehatan atau menghabiskan banyak uang untuk perbaikan pipa yang mahal, jangan gunakan pemutih untuk mengusir kecoak dari saluran pembuangan wastafel atau kamar mandi. 

Baca juga: Ragam Penyebab Banyak Kecoak di Rumah, Bikin Kotor dan Bau 

Cara mencegah kecoak muncul di rumah

Ilustrasi kecoak. SHUTTERSTOCK/LUIS2499 Ilustrasi kecoak.
Tips paling jelas adalah menghindari membuang sampah organik atau lemak ke saluran air, untuk memberi makan kecoak.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau