Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membersihkan Sikat Kloset agar Bebas Bakteri dan Bau

Kompas.com, 12 Maret 2026, 11:15 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sikat kloset berperan penting menjaga kebersihan kloset, tetapi sering kali luput dari pembersihan. 

Seiring waktu, sikat kloset dapat kotor, berbau, serta berubah menjadi tempat berkembang biak bakteri

Baca juga: Perbedaan Wastafel Dapur dan Wastafel Kamar Mandi yang Jarang Disadari 

Karena itu, penting membersihkan sikat kloset dan kapan waktu tepat menggantinya.

Sikat kloset perlu dibersihkan secara rutin. Meski digunakan bersama cairan pembersih saat menyikat kloset, bakteri dapat menempel pada bulu sikat maupun gagangnya.

Jika sikat kloset yang kotor langsung disimpan dalam wadahnya tanpa dibersihkan terlebih dahulu, hal ini dapat memicu pertumbuhan kuman dan bakteri.

Lingkungan di dalam wadah yang gelap, hangat, sertal embap menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang sserta menimbulkan bau tak sedap. 

Selain itu, sikat kloset yang jarang dibersihkan dapat mengalami perubahan warna menjadi oranye atau tampak seperti berkarat karena mineral dari air keran yang terperangkap di bulu sikat.

Perubahan warna akan semakin jelas jika sikat kloset sering terendam dalam genangan air di tempatnya.

Karena itu, perlu membersihkan dan mengeringkan sikat kloset setiap kali selesai digunakan dan wadah sikatnya perlu dibersihkan serta didesinfeksi sebulan sekali. 

Baca juga: 3 Cara Ular Masuk ke Kloset dan Cara Mencegahnya 

Cara membersihkan sikat kloset dengan pemutih klorin

Ilustrasi sikat kloset, Ilustrasi membersihkan kloset.PEXELS/Karolina Grabowska Ilustrasi sikat kloset, Ilustrasi membersihkan kloset.
Campuran air panas dan pemutih klorin cair dapat membantu menghilangkan bakteri secara efektif pada sikat dan tempat kloset.

Gunakan ember plastik sebagai pengganti kloset karena sikat perlu direndam sekitar satu jam. Dilansir dari Real Simple, Kamis (13/3/2026), berikut cara membersihkan sikat kloset dengan pemutih klorin. 

  • Cara membuat larutan air dan pemutih klorin

Letakkan ember besar di bak mandi atau kamar mandi agar mudah diisi dan dikosongkan. Tambahkan 3,7 liter air panas dan sekitar 240-250 mililiter pemutih klorin cair.

  • Rendam sikat toilet dan tempatnya

Gunakan sarung tangan karet dan rendam tempat sikat dan sikat secara bersamaan. Pastikan kepala sikat dan sebagian besar gagangnya terendam dalam larutan, kemudian biarkan keduanya direndam sedikitnya satu jam.

  • Bilas dan keringkan

Gunakan sarung tangan karet untuk mengosongkan ember dan bilas sikat kloset beserta tempatnya menggunakan air panas selama kurang-lebih satu menit.

Kemudian, keringkan dengan kain mikrofiber, tisu kertas, atau biarkan kering sepenuhnya sebelum menyimpan sikat kloset. 

Baca juga: Bahan Alami untuk Membersihkan Tangki Kloset agar Bebas Bau 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau