Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Catat, Ini Waktu Tepat Mencuci Tirai agar Bebas Debu dan Kotoran

Kompas.com, 20 Maret 2026, 20:15 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Tirai tidak sekadar membingkai jendela, tapi tirai dapat menyatukan desain, membantu menghalangi cahaya, dan diam-diam mengumpulkan lebih banyak debu daripada yang kamu sadari.

Baik tirai linen tipis di ruang keluarga atau tirai tebal di kamar tidur, kain panjang tersebut menangkap serbuk sari, bulu hewan peliharaan, sisa masakan, dan debu sehari-hari. 

Baca juga: Cara Membersihkan Tirai Tanpa Melepasnya, Jadi Bersih dan Bebas Debu 

Seiring waktu, penumpukan tersebut dapat membuat tirai terlihat kusam dan terasa kurang segar.

Bahkan orang paling rajin membersihkan dan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga pun mungkin tidak terpikir untuk mencuci tirai.

Tirai bukan sesuatu yang sering kita pikirkan untuk dibersihkan secara teratur. Namun, mencuci tirai sesekali dapat mencerahkan ruangan, meningkatkan kualitas udara dalam ruangan, bahkan membantu kain bertahan lebih lama.

Jadi, seberapa sering sebenarnya harus mencuci tirai?

Seberapa sering harus mencuci tirai?

Sara Aparacio, pakar kebersihan di perusahaan jasa kebersihan rumah Home Aglow, mengatakan seberapa sering harus mencuci tirai tergantung pada kondisi lingkungan. 

“Mereka yang memiliki hewan peliharaan, perokok, tinggal di jalan ramai, atau tinggal di iklim berdebu atau lembap dapat meningkatkan kebutuhan untuk membersihkan tirai," kata Aparacio.

Dalam kasus ini, kotoran dan debu dapat menumpuk serta mengubah warna atau merusak tirai. 

Baca juga: Perlukah Memakai Tirai Antitembus Pandang di Kamar Tidur?

"Saya sarankan membersihkan tirai sesering mungkin, yaitu setiap tiga bulan sekali, sesuai dengan musim," imbunya. 

Aparacio mengakui sebagian besar dari kita tidak akan dapat mengikuti jadwal tersebut dan mengatakan enam bulan juga tidak masalah dan tugas khusus itu dapat disimpan untuk perubahan musim besar dan pembersihan yang datang bersamaan dengan musim dingin dan musim panas.

Untuk sebagian besar orang, saya sarankan mencuci tirai setidaknya sekali setiap enam hingga 12 bulan, dan di antara waktu tersebut, vakum atau kibaskan untuk mencegah penumpukan yang berlebihan.

Meski demikian, bagi mereka yang tinggal di rumah yang sibuk atau di tempat yang kesulitan mengeringkan tirai yang sudah dicuci, tetap disarankan mencuci gorden secara teratur, bahkan membawanya ke binatu atau tempat pencucian kering, tergantung pada jenis tirai yang dimiliki serta seberapa mudah dan cepat kamu dapat mengeringkannya. 

Aparacio juga menyarankan mempertimbangkan lokasi tirai untuk menentukan seberapa sering kain harus dibersihkan. 

Baca juga: Perlukah Memakai Tirai Antitembus Pandang di Kamar Tidur?

Misalnya, tirai dapur sering menyerap lemak, uap, sisa makanan,bahkan bau, yang seiring waktu dapat menyebabkan perubahan warna dan akhirnya kerusakan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau