KOMPAS.com - Penelitian menemukan hubungan yang jelas antara tingkat infestasi kecoak di rumah dengan tingginya kadar alergen serta racun bakteri yang dikenal sebagai endotoksin di udara dalam ruangan.
Infestasi kecoak adalah kondisi ketika populasi kecoak berkembang biak dan menyebar di suatu area, seperti rumah atau gedung, hingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.
Penelitian ini dilakukan oleh para peneliti dari North Carolina State University, Raleigh, dan telah dipublikasikan dalam The Journal of Allergy and Clinical Immunology: Global.
Hasil penelitian menunjukkan, ketika jumlah kecoak berhasil ditekan melalui pengendalian hama yang efektif, kadar alergen dan endotoksin di udara juga menurun secara signifikan.
Temuan ini menegaskan bahwa membersihkan rumah dari kecoak bukan hanya soal menjaga kebersihan, tetapi juga langkah penting untuk meningkatkan kualitas udara serta kesehatan lingkungan di dalam rumah dengan mengurangi polutan biologis yang berbahaya.
Baca juga: 10 Cara Mengusir Kecoa, Ampuh dan Tanpa Sentuh
Dilansir dari Science Daily, Selasa (4/11/2025), endotoksin merupakan fragmen dinding sel bakteri yang dilepaskan ketika bakteri mati.
Karena kecoak memakan beragam jenis bahan makanan, mereka memiliki mikrobioma usus yang sangat kompleks. Dari sanalah endotoksin dihasilkan dan keluar melalui kotoran kecoak.
Walaupun manusia dan hewan peliharaan juga bisa menghasilkan endotoksin, penelitian ini menemukan, sebagian besar endotoksin di debu rumah tangga justru berasal dari kotoran kecoak.
“Survei sebelumnya di AS menemukan kadar endotoksin jauh lebih tinggi di rumah yang diketahui memiliki kecoak, terutama di rumah tangga berpenghasilan rendah," kata profesor entomologi di NC State sekaligus penulis utama penelitian, Coby Schal.
Penelitian tersebut dilakukan di beberapa kompleks apartemen di Raleigh, North Carolina.
Para peneliti mengukur tingkat infestasi kecoak serta konsentrasi alergen dan endotoksin di tiap unit rumah.
Sebelum perlakuan dilakukan, mereka terlebih dahulu mengumpulkan sampel debu yang mengendap dan yang melayang di udara sebagai data awal.
Hasilnya menunjukkan bahwa rumah dengan infestasi kecoak memiliki kadar endotoksin tinggi, dan kecoak betina menghasilkan sekitar dua kali lebih banyak dibanding jantan.
“Kecoak betina makan lebih banyak, jadi mereka juga menghasilkan lebih banyak endotoksin melalui kotorannya,” jelas peneliti Madhavi Kakumanu.
Baca juga: Bolehkah Membunuh Kecoa sampai Hancur?
Kakumanu menambahkan, dapur biasanya menyimpan kadar endotoksin lebih tinggi karena menjadi sumber makanan utama kecoak.