Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Barang Dapur yang Diam-diam Membuat Tamu Jijik, Singkirkan Segera!

Kompas.com, 4 Maret 2026, 20:00 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber The Spruce

KOMPAS.com - Memiliki dapur yang nyaman dan benar-benar dinikmati tamu sama pentingnya dengan penataan meja makan yang indah atau menu makan malam yang nikmat. 

Namun, suasana makan malam dan acara menjamu tamu bisa menjadi tidak menyenangkan bila dapur dipenuhi berbagai barang yang membuat berantakan, terlebih bila barang tersrbut menjijikan. 

Baca juga: 4 Barang Elektronik yang Tetap Boros Listrik saat Tidak Digunakan

Tamu tentu enggan menyantap hidangan yang disajikan dan merasa tidak nyaman berlama-lama di rumah kamu. Maka itu, perlu segera membuang barang-barang ini dari dapur. 

Disadur dari The Spruce, Rabu (4/1/2026), berikut beberapa barang dapur yang dapat membuat tamu jijik. 

Spons dan kain bekas

Ilustrasi spons cuci piring.Unsplash/lunarts Ilustrasi spons cuci piring.
Salah satu hal paling menjijikkan di dapur yang akan langsung dikenali tamu, baik dari tampilan maupun baunya, adalah spons, kain lap, atau handuk dapur yang lembap serta kotor.

"Para tamu akan langsung membayangkan hal-hal yang berbau bakteri, bahkan jika dapur kamu bersih tanpa cela," kata Emmy Clinton, juru masak, pencipta resep, dan pakar penyelenggaraan acara di balik Entirely Emmy.

Clinton menyarankan memasukkan spons ke mesin pencuci piring atau menyembunyikannya di bawah wastafel, mengganti kain kotor dengan yang bersih, dan langsung memasukkan handuk ke mesin cuci. 

Baca juga: 8 Barang Dapur yang Harus Disingkirkan demi Ruang yang Fungsional 

Tumpukan piring kotor 

Selanjutnya, barang dapur yang dapat membuat tamu jijik adalah tumpukan piring kotor di atas meja maupun wastafel dapur.

"Tunjukkan rasa hormat kepada diri sendiri, rumah Anda, dan tamu Anda, dengan membersihkan—atau memasukkan ke mesin pencuci piring—semua piring kotor," saran pakar etiket Jo Hayes.

Tempat sampah yang penuh

Ilustrasi tempat sampah dapur.Shutterstock/New Africa Ilustrasi tempat sampah dapur.
Aroma segar dan menyenangkan sering kali sama pentingnya dengan ruangan yang bersih dan hidangan rumahan yang lezat saat menjamu tamu.

Salah satu cara tercepat merusak suasana adalah bau sampah yang menyengat.

Jo Hayes, pakar etiket dan tata krama terkemuka di dunia serta pendiri EtiquetteExpert.Org, mengatakan membuang sampah adalah salah satu langkah terpenting saat mempersiapkan dapur sebelum tamu datang serta merekomendasikan menyimpan tempat sampah di tempat  tersembunyi atau membeli tempat sampah dengan tutup.

Makanan lama dan bahan-bahan yang setengah terpakai

Makanan lama dan bahan-bahan setengah terpakai juga menjadi barang dapur yang dapat membuat tamu jijik. 

Memasak dan menjamu tamu sering kali berjalan beriringan, tetapi bahan-bahan sisa harus segera disimpan setelah selesai digunakan. 

Baca juga: 6 Warna Meja Dapur yang Dapat Sembunyikan Noda dan Kotoran 

Menurut Clinton, ada baiknya memeriksa mangkuk buah untuk melihat apakah ada buah yang terlihat sudah kedaluwarsa.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau