Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Simpan Wajan dan Panci di Tempat Ini, Bikin Cepat Rusak

Kompas.com, 4 Maret 2026, 17:29 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menyimpan peralatan masak dengan baik dapat memperpanjang umur, memudahkan pencarian ketika dibutuhkan, serta menghemat biaya perbaikan. 

Namun, sering kali panci dan wajan kerap disimpan di tempat yang tak seharusnya. Akibatnya, peralatan masak ini dapat rusak. 

Baca juga: 5 Makanan yang Sebaiknya Selalu Dimasak di Wajan Antilengket 

“Tidak ada yang lebih cepat merusak performa selain kerusakan akibat penyimpanan yang tidak tepat,” kata Jordan Nathan, pendiri dan CEO Caraway--perusahaan produsen peralatan masak asal Amerika Serikat.

Dikutip dari Southern Living, Rabu (4/3/2026), Nathan membagikan sejumlah tempat penyimpanan yang harus dihindari untuk menyimpan wajan dan panci karena bisa merusaknya sekaligus membagikan lokasi penyimpanan yang aman. 

Di dalam oven

Ilustrasi wajan dan panci stainless steel.Unsplash/Venus Angel Ilustrasi wajan dan panci stainless steel.
Oven bukan tempat ideal untuk menyimpan alat masak, baik untuk panci, wajan, maupun loyang kue. Karena itu, jangan pernah memasukkan apa pun yang tidak digunakan untuk memanggang atau membakar ke dalam oven.

“Meski terasa seperti tempat penyimpanan tambahan, cara ini membuat peralatan masak tersebut terpapar suhu ekstrem yang dapat merusak permukaan dan lapisan antilengket seiring waktu,” kata Nathan.

Hal ini juga dapat menimbulkan risiko kebakaran jika secara tidak sengaja memanaskan oven. Jika ruang penyimpanan sangat terbatas, lebih baik berkreasi dengan ruang penyimpanan vertikal. 

Baca juga: Bolehkah Menggunakan Spatula Logam di Wajan Antilengket? 

“Pintu lemari, celah sempit, dan sudut dinding yang tidak terpakai dapat diubah menjadi tempat penyimpanan dengan sistem penyimpanan yang tepat,” katanya.

“Misalnya, lid holder yang dipasang di dinding, bahkan gantungan penyimpanan standar di atas pintu, dapat membantu menjaga panci dan wajan tetap rapi tanpa menggunakan ruang penyimpanan rak yang berharga,” ujar Nathan. 

Laci di bawah oven

Selanjutnya, tempat penyimpanan yang harus dihindari untuk menyimpan wajan dan panci adalah laci di bawah oven. 

Paparan panas dapat merambat ke dalam laci area tersebut. Paparan panas yang terjadi terus-menerus akan memperpendek umur panci dan wajan karena secara tidak langsung ikut memanaskan barang-barang tersebut setiap kali menyalakan oven. 

Sebagai gantinya, gunakan rak panci vertikal atau sistem penyimpanan yang membantu  menata barang-barang sempit ini.

Cara ini akan memudahkan mengakses peralatan tersebut tanpa takut berjatuhan. 

Baca juga: Catat, Ini Tanda Sudah Waktunya Mengganti Wajan dan Panci Lama

Menumpuknya di ruang penyimpanan

Ilustrasi panci aluminium.Shutterstock/UNTERWEGS Ilustrasi panci aluminium.
Terakhir, tempat penyimpanan yang harus dihindari untuk menyimpan wajan dan panci adalah menumpuknya meski disimpan di tempat yang tepat. 

“Peralatan masak yang sering digunakan akan membuat rutinitas harian lebih sehat dan mudah. Namun, menumpuk peralatan masak dengan cepat mengurangi keduanya,” kata Nathan. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau