Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Perlu Langsung Dicuci, Ini 5 Pakaian yang Bisa Dipakai Berulang

Kompas.com, 10 Maret 2026, 05:00 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Mencuci pakaian terlalu sering ternyata tidak selalu baik. Selain dapat mempercepat kerusakan serat kain, kebiasaan ini juga dapat memperpendek usia pakai pakaian.

Padahal, menjaga pakaian tetap bersih dan higienis memang penting untuk mencegah bau tidak sedap, iritasi kulit, maupun infeksi.

Namun, tidak semua jenis pakaian harus langsung dicuci setelah sekali dipakai. Misalnya, pakaian olahraga perlu segera dicuci setelah selesai digunakan. Namun, sweater masih bisa dipakai beberapa kali sebelum dicuci.

Baca juga: 8 Aturan Mencuci Pakaian yang Benar agar Lebih Bersih dan Harum

Scott Schrader, ahli kebersihan di CottageCare, perusahaan layanan kebersihan rumah ramah lingkungan di Amerika Serikat, mengatakan bahwa beberapa pakaian masih aman digunakan kembali selama tidak berbau, bernoda, atau basah oleh keringat.

Schrader menyarankan untuk menyegarkan pakaian dengan cara menguapkannya, mengangin-anginkan, atau menjemurnya di bawah sinar matahari sebagai alternatif sebelum dicuci. 

Dikutip dari laman Real Simple (9/3/2026), berikut sejumlah jenis pakaian yang tidak perlu langsung dicuci setiap kali dipakai.

Jeans

Celana jeans menjadi salah satu pakaian yang digemari berbagai kalangan dan sering digunakan karena itu pakaian ini paling sering dicuci berlebihan. Padahal, cukup dengan menjemurnya atau membersihkan nodanya saja sudah cukup.

"Denim merupakan bahan yang sangat kuat. Cuci bahan jeans hanya saat benar-benar kotor atau cuci setiap empat hingga enam kali pemakaian. Cara ini akan menjaga warna denim dan umur kainnya," kata Schrader.

Sweater

Selanjutnya, terlalu sering mencuci sweater dapat membuat serat-seratnya lebih cepat merenggah, terutama jika salah dalam mencuci.

Baca juga: 6 Kesalahan Menyetrika Pakaian yang Bikin Cepat Kusut dan Rusak

Karena itu, Schrader mengatakan sweter dan kardigan tidak perlu dicuci setelah setiap kali dipakai.

Pakaian ini biasanya dikenakan di atas pakaian lain, artinya tidak bersentuhan langsung dengan permukaan kulit yang berkeringat atau berminyak. 

Cuci hanya jika pakaian tersebut  kotor dan bernoda atau bila sweater tampak kotor. Cuci hanya perlu mencucinya setelah setiap lima hingga tujuh kali pemakaian.

Jaket dan blazer

Pakaian ini mirip seperti sweater karena digunakan sebagai outer (pakaian luar). Karena itu, jaket dan blazer tidak perlu dicuci sesering kaos. 

Selain itu, jaket dan blazer seringkali memiliki bentuk yang lebih kaku dan terstruktur yang tidak cocok untuk dicuci terlalu rutin dan sering kali membutuhkan pencucian khusus.

Baca juga: 7 Mitos Mencuci Pakaian yang Bikin Kain Cepat Rusak, Jangan Dipercaya

Alih-alih selalu dicuci setiap selesai dipakai, Schrader merekomendasikan untuk membersihkan melalui dry cleaning saja. Cuci hanya setiap 5-10 kali pemakaian.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau