Penulis
Air keran dari sumber air publik umumnya mengandung klorin dan fluorida yang ditambahkan untuk menjaga kualitas air minum. Sayangnya, zat ini tidak selalu aman bagi tanaman hias.
“Air keran dari kota sering mengandung klorin dan fluorida, dan beberapa tanaman bereaksi buruk terhadap salah satu atau keduanya,” jelas Steinkopf.
Baca juga: 5 Tanda Menyiram Tanaman Hias Secara Berlebihan
Ia mencontohkan tanaman calathea sebagai salah satu tanaman hias yang paling sensitif.
“Calathea dapat mengalami tepi daun cokelat, ujung daun mengering, dan bahkan perubahan warna tulang daun akibat fluorida,” katanya.
Selain calathea, tanaman seperti maranta, dracaena, dan spider plant juga dikenal mudah mengalami kerusakan jika disiram menggunakan air keran.
Oleh karena itu, pemilik tanaman disarankan untuk mengenali karakter masing-masing tanaman sebelum menentukan jenis air yang digunakan.
Air dari sumur pribadi umumnya lebih aman karena tidak mengandung klorin atau fluorida. Namun, Steinkopf mengingatkan agar air yang telah melalui proses pelunakan tidak digunakan.
Baca juga: Mana yang Lebih Baik, Menyiram Tanaman dari Atas atau dari Bawah?
Jika penggunaan air keran tidak dapat dihindari karena alasan praktis atau biaya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampaknya.
Salah satu cara paling sederhana adalah dengan mendiamkan air dalam wadah terbuka semalaman agar klorin menguap secara alami.
Meski begitu, Lee Miller mengingatkan bahwa metode ini tidak sepenuhnya efektif untuk semua tanaman.
“Cara ini bukan solusi sempurna untuk tanaman yang sensitif terhadap mineral seperti violet Afrika, anggrek, dan calathea,” ujarnya.
Baca juga: Jangan Menyiram Tanaman dengan Es Batu, Ini Dampaknya
Alternatif lain adalah menggunakan air suling, yaitu air yang telah direbus hingga menguap lalu dikondensasikan kembali.
Proses ini menghilangkan sebagian besar kotoran dan mineral. Namun, Steinkopf menjelaskan bahwa air suling juga memiliki kekurangan.
“Air suling tidak mengandung nitrat dan nutrisi alami, sehingga kandungan tersebut perlu ditambah ke dalam tanah secara manual,” katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang