Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bukan Air Keran, Ini Jenis Air Terbaik untuk Menyiram Tanaman Hias

Kompas.com, 12 Januari 2026, 22:00 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

Mengapa air keran tidak baik untuk tanaman?

Air keran dari sumber air publik umumnya mengandung klorin dan fluorida yang ditambahkan untuk menjaga kualitas air minum. Sayangnya, zat ini tidak selalu aman bagi tanaman hias.

Air keran dari kota sering mengandung klorin dan fluorida, dan beberapa tanaman bereaksi buruk terhadap salah satu atau keduanya,” jelas Steinkopf.

Baca juga: 5 Tanda Menyiram Tanaman Hias Secara Berlebihan

Ia mencontohkan tanaman calathea sebagai salah satu tanaman hias yang paling sensitif.

“Calathea dapat mengalami tepi daun cokelat, ujung daun mengering, dan bahkan perubahan warna tulang daun akibat fluorida,” katanya.

Selain calathea, tanaman seperti maranta, dracaena, dan spider plant juga dikenal mudah mengalami kerusakan jika disiram menggunakan air keran. 

Oleh karena itu, pemilik tanaman disarankan untuk mengenali karakter masing-masing tanaman sebelum menentukan jenis air yang digunakan.

Air dari sumur pribadi umumnya lebih aman karena tidak mengandung klorin atau fluorida. Namun, Steinkopf mengingatkan agar air yang telah melalui proses pelunakan tidak digunakan.

Baca juga: Mana yang Lebih Baik, Menyiram Tanaman dari Atas atau dari Bawah?

Tips memperbaiki kualitas air keran 

Jika penggunaan air keran tidak dapat dihindari karena alasan praktis atau biaya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampaknya. 

Salah satu cara paling sederhana adalah dengan mendiamkan air dalam wadah terbuka semalaman agar klorin menguap secara alami.

Meski begitu, Lee Miller mengingatkan bahwa metode ini tidak sepenuhnya efektif untuk semua tanaman.

“Cara ini bukan solusi sempurna untuk tanaman yang sensitif terhadap mineral seperti violet Afrika, anggrek, dan calathea,” ujarnya.

Baca juga: Jangan Menyiram Tanaman dengan Es Batu, Ini Dampaknya

Alternatif lain adalah menggunakan air suling, yaitu air yang telah direbus hingga menguap lalu dikondensasikan kembali. 

Proses ini menghilangkan sebagian besar kotoran dan mineral. Namun, Steinkopf menjelaskan bahwa air suling juga memiliki kekurangan.

“Air suling tidak mengandung nitrat dan nutrisi alami, sehingga kandungan tersebut perlu ditambah ke dalam tanah secara manual,” katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau