Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Cara Merawat Tanaman Hias agar Terus Tumbuh Subur

Kompas.com, 26 Maret 2026, 20:19 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Merawat tanaman hias mungkin terlihat mudah. Namun, tanpa disadari, ada sejumlah kebiasaan yang dianggap sepele justru dapat merusak tanaman hias. 

Mulai dari, penggunaan bahan kimia, pupuk sintetis, hingga penyiraman berlebihan dapat berdampak buruk pada tanaman, merusak kualitas tanah, serta mengancam keberadaan serangga bermanfaat. 

Baca juga: 5 Tanaman Hias yang Butuh Sinar Matahari Langsung

Kabar baiknya, ada berbagai cara sederhana dan lebih ramah lingkungan merawat tanaman hias agar tetap subur tanpa harus bergantung pada penggunaan bahan kimia.

Dirangkum dari Homes and Gardens, Kamis (26/3/2026), berikut beberapa cara merawat tanaman hias agar terus tumbuh subur. 

Ganti pupuk sintetis dengan pupuk organik

Ilustrasi pupuk kompos.
(SHUTTERSTOCK/RAJAH23) Ilustrasi pupuk kompos.
Pemberian pupuk sintetis dapat menjadi cara cepat mengatasi tanaman yang mulai terlihat kurus atau pertumbuhannya melambat.

Sayangnya, produk kimia ini dapat mengganggu kesehatan tanah. Nutrisi kimia tersebut juga dapat hanyut terbawa air hujan atau irigasi, yang dapat mencemari tanah di sekitarnya serta saluran air.

Jadi, sebaiknya, menggunakan bahan organik, seperti kompos, ekstrak rumput laut, atau pupuk cacing. 

Selain itu, kompos dapat memperbaiki struktur tanah dan membantunya mempertahankan tingkat kelembapan.

Penggunaan pupuk organik dapat mendukung ekosistem di bawah tanah sekaligus menghindari efek negatif bahan kimia sintetis sehingga tanaman di kebun lebih kuat serta tahan terhadap hama dan penyakit. 

Baca juga: Bukan Air Keran, Ini 4 Jenis Air Terbaik untuk Menyiram Tanaman Hias 

Pengusir hama alami 

Selanjutnya, cara merawat tanaman hias agar terus tumbuh subur adalah menggunakan pengusir hama alami. 

Hama kebun dapat menjadi gangguan bagi para tukang kebun, tetapi mengatasinya dengan semprotan bahan kimia justru lebih membahayakan daripada menguntungkan bagi tanaman.

Selain itu, pengusir hama kimia juga dapat mempengaruhi dan membunuh serangga bermanfaat, seperti kepik, lalat bunga (lalat syrphid), dan lebah. 

Sebagai gantinya, gunakan bahan alami untuk mengusir hama, misalnya ampas kopi untuk mengusir siput serta menanam bawang putih atau menggunakan semprotan bawang putih  untuk mengusir kutu daun. 

Minyak neem dan penggunaan kompos jamur juga dapat membantu mengurangi hama yang dapat merusak tanaman. 

Gunakan mulsa dengan benar

Ilustrasi tanaman hias di balkon.Shutterstock/Isa Long Ilustrasi tanaman hias di balkon.
Mulsa dapat menjadi salah satu cara paling efektif meningkatkan kualitas tanah.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau