KOMPAS.com - Sebuah unggahan video menunjukkan kucing dengan tulang belakang pendek, viral di media sosial.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @bag********id.
Dalam video, tampak seekor kucing berwarna putih berbaring di tanah dan berguling-guling di tanah. Kucing itu juga tampak memanjat pohon di sekitarnya lalu turun dan berjalan-jalan.
Ada yang berbeda dengan kucing di dalam video tersebut dibandingkan kucing biasanya.
Sebab, kucing itu terlihat mempunyai panjang yang tidak normal dengan tulang belakang yang berukuran pendek.
Pengunggah menyebut bahwa kucing tersebut mengidap short spine syndrome yang merupakan kondisi bawaan sejak lahir.
“Kondisi ini terjadi karena ruas tulang belakang berkembang tidak sempurna sejak dalam kandungan,” tulis keterangan dalam unggahan.
“Beberapa tulang bisa menyatu atau terkompresi, jadi punggungnya terlihat lebih pendek dan kurang fleksibel,” imbuhnya.
Hingga Jumat (27/3/2026), unggahan tersebut sudah mendapatkan setidaknya 17.100 likes dan ratusan komentar warganet.
Lantas, benarkah ada kondisi tersebut dan apa penyebabnya?
Baca juga: Terungkap, Ini Alasan Kucing Selalu Mendarat dengan Empat Kaki Saat Jatuh
Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM), Slamet Raharjo mengonfirmasi bahwa kucing bertubuh pendek seperti itu menderita short spine syndrome.
“Short spine syndrome atau sindrom tulang punggung pendek adalah satu kondisi kelainan genetik yang menyebabkan ruas-ruas tulang punggung menjadi lebih pendek dibanding normalnya,” kata Slamet kepada Kompas.com, Jumat (27/3/2026).
Menurut Slamet, short spine syndrome secara teori dapat terjadi pada semua mamalia, bahkan termasuk manusia.
Baca juga: Viral, 2 Kucing Sampai Berdiri Kepo Saat Ada Tetangga Ribut, Ini Penjelasan Dokter Hewan
Karena disebabkan faktor genetik, sindrom ini sudah diderita sejak kucing masih dalam bentuk janin, dengan pertumbuhan tulang punggung tidak normal.
“Pada hewan berkaki empat dan manusia, sindrom ini menyebabkan panjang badan menjadi lebih pendek dibanding tangan dan kaki,” ujar Slamet.