Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membersihkan Kaca Jendela dengan Sabun Cuci Piring

Kompas.com, 20 Agustus 2025, 19:04 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

Sumber The Spruce

KOMPAS.com - Sabun cuci piring dikenal sebagai salah satu produk pembersih serbaguna di rumah.

Selain ampuh mengatasi tumpukan minyak pada peralatan dapur, sabun ini juga bisa digunakan untuk menghilangkan noda pada pakaian, mengepel lantai, membersihkan meja dapur, hingga membuat kaca jendela kembali bening.

Doug Bryant, pemilik Fish Window Cleaning di South Carolina, Amerika Serikat, menyatakan bahwa sabun cuci piring bisa menjadi bahan utama pembersih kaca jendela yang efektif, asal dosis dan tekniknya tepat.

Baca juga: Bahan Paling Ampuh untuk Membersihkan Jendela Menurut Ahli

Bryant merekomendasikan penggunaan sabun seukuran koin per galon air panas, serta memastikan sudut bilah pembersih sedikit miring dan diketuk ringan setelah tiap sapuan untuk menghilangkan kelebihan air.

Hindari penggunaan aerosol berbasis amonia dan pelembut kain saat mencuci kain pembersih agar serat tetap menyerap dengan optimal.

Lantas, bagaimana cara menggunakan sabun cuci piring agar jendela benar-benar bersih tanpa meninggalkan goresan atau noda buram? Berikut panduannya sebagaimana dilansir dari The Spruce.

Baca juga: Cara Membasmi Rayap di Jendela Kayu

Persiapan sebelum membersihkan kaca jendela

Sebelum mulai, lepaskan terlebih dahulu tirai, kawat nyamuk, atau dekorasi di sekitar jendela.

Gunakan kain mikrofiber atau kemoceng untuk membersihkan sarang laba-laba maupun debu yang menempel pada bingkai jendela.

Untuk noda yang menempel lebih kuat pada kusen, basahi kain mikrofiber dengan campuran cuka dan sabun cuci piring, lalu usapkan perlahan.

Baca juga: 7 Dampak Buruk Akibat Jarang Membersihkan Jendela

Membuat larutan pembersih

Campurkan 1 cangkir air, 1 cangkir cuka putih, dan 1 sendok teh sabun cuci piring dalam botol semprot bersih. Kocok agar tercampur rata, kemudian beri label agar tidak tertukar dengan cairan lain.

Teknik membersihkan kaca

  • Semprotkan larutan pembersih tipis-tipis mulai dari bagian atas kaca.
  • Gunakan kain mikrofiber, usapkan dari kiri ke kanan dengan gerakan teratur. 
  • Setelah selesai, keringkan dengan kain mikrofiber bersih dan kering untuk menghindari noda.
  • Untuk bagian luar jendela, lakukan gerakan dari atas ke bawah agar lebih mudah melihat sisi mana yang masih meninggalkan goresan.

Baca juga: 8 Hal yang Membuat Jendela Harus Lebih Sering Dibersihkan

Jika memungkinkan, bersihkan kedua sisi kaca sekaligus bersama orang lain agar lebih mudah mendeteksi noda yang terlewat.

Mengapa noda sering muncul setelah dibersihkan?

Ada beberapa alasan kaca jendela tetap terlihat buram meski sudah dibersihkan:

Cuaca terlalu terik

Pada hari panas, cairan pembersih cepat menguap sebelum sempat dibersihkan tuntas. Pilih waktu mendung, pagi, atau sore hari.

Baca juga: 6 Kesalahan Membersihkan Jendela yang Bikin Kaca Kusam

Sabun berlebihan

Menggunakan terlalu banyak sabun justru meninggalkan residu yang membuat kaca tampak kusam.

Alat yang kotor

Kain mikrofiber yang sudah dipakai berulang kali bisa meninggalkan noda. Gunakan alat yang selalu bersih dan ganti bila perlu.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau