Penulis
KOMPAS.com - Air merupakan kebutuhan dasar bagi tanaman hias agar dapat tumbuh sehat dan tampil optimal. Namun, masih banyak pemilik tanaman yang menganggap semua jenis air aman digunakan.
Faktanya, jenis air yang digunakan untuk menyiram tanaman hias sangat berpengaruh terhadap kesehatan daun, akar, dan pertumbuhan jangka panjang.
Air keran, yang paling sering digunakan, ternyata bisa menjadi penyebab berbagai masalah pada tanaman tertentu.
Beberapa tanaman hias diketahui sensitif terhadap kandungan mineral dan bahan kimia dalam air. Jika kualitas air tidak sesuai, tanaman bisa menunjukkan tanda-tanda stres seperti ujung daun mengering, tepi daun berubah cokelat, hingga pertumbuhan yang melambat.
Baca juga: Cara Menyiram Tanaman Hias saat Ditinggal Berlibur agar Tidak Mati
Untuk itu, para ahli menyarankan agar pemilik tanaman lebih selektif dalam memilih sumber air.
Dilansir dari Martha Stewart, menurut para pakar tanaman hias, air hujan dan air yang telah disaring merupakan pilihan paling ideal untuk menyiram tanaman indoor.
Air hujan dianggap sebagai sumber air terbaik karena sifatnya yang alami dan minim zat berbahaya. Lisa Eldred Steinkopf, pendiri Houseplant Guru, menjelaskan manfaat air hujan bagi tanaman hias.
“Air hujan yang bersih bebas dari garam dan bahan kimia, serta secara alami mengandung nitrat yang dapat membantu tanaman hias tumbuh subur,” ujarnya.
Air hujan dapat dikumpulkan menggunakan wadah kecil hingga tong penampung khusus. Namun, Steinkopf menekankan pentingnya menjaga kebersihan wadah agar air tidak terkontaminasi alga atau kotoran.
Baca juga: Ini Alasan Pagi Hari adalah Waktu Terbaik untuk Menyiram Tanaman
Ia juga menyebutkan bahwa air dari salju yang mencair bisa digunakan sebagai alternatif di musim dingin.
Selain air hujan, air yang disaring juga menjadi pilihan aman, terutama bagi tanaman yang sensitif terhadap mineral.
Lee Miller, penulis buku The Houseplant Guide: How to Easily Select & Maintain Indoor Plants, mengaku rutin menggunakan air yang telah difilter.
“Saya menyirami tanaman hias saya dengan air yang disaring untuk menghilangkan klorin dan fluorida serta mencegah penumpukan mineral dari garam dan logam berat di tanah,” kata Miller.
Baca juga: Jangan Menyiram Tanaman di Malam Hari, Ini Kerugiannya
Ia menambahkan bahwa penggunaan air keran dalam jangka panjang dapat menyebabkan residu mineral menumpuk di media tanam, yang akhirnya mengganggu penyerapan nutrisi oleh akar.
Untuk menyaring air, tersedia berbagai pilihan, mulai filter yang dipasang langsung pada keran hingga sistem osmosis terbalik. Steinkopf merekomendasikan sistem osmosis terbalik karena kemampuannya menghilangkan hampir seluruh bahan kimia dari air.